Menemukan Curug Tersembunyi di Pelukan Sumedang

Saya tidak sengaja menemukan Curug Cileungsing saat mencari jalur alternatif ke Gunung Tampomas. Dari Sumedangutara, perjalanan hanya memakan waktu 45 menit naik motor. Jalan aspal mulus sampai kampung terakhir, lalu berubah jadi setapak tanah merah selebar satu meter. Saya parkir di rumah Pak RT, minta izin sambil kasih tiket sukarela sepuluh ribu rupiah. Dari sana, trekking sekitar 15 menit menuruni bukit. Suara air makin keras, dan tiba-tiba saya berdiri di depan curung setinggi 12 meter. Kolamnya jernih kebiruan, dasar batu, tanpa pagar atau plang. Hanya ada dua pemuda lokal yang mancing.
Curug Cileungsing: Antara Keindahan dan Keterbatasan
Airnya dingin sekali, segar pas tenggorokan. Saya berenang sebentar, tapi arus di bawah curug cukup deras. Tidak ada bilik ganti, jadi siap-siap basah kuyup dan ganti di balik batu. Fasilitas nihil—tidak ada warung, toilet, atau tempat sampah. Saya bawa bekal sendiri: air minum, roti, dan baju cadangan. Tiket masuk hanya uang kerelaan, jadi total ongkos dari Sumedangutara sekitar 30 ribu rupiah untuk motor dan jajan. Tapi aksesnya licin kalau habis hujan, jadi sepatu anti-slip wajib. Saya liat beberapa pengunjung bawa sandal jepit langsung nyerah di tengah jalan.
Pemandangan sekeliling masih perbukitan hijau dengan kebun singkong. Tidak ada kios foto atau kuliner. Yang ada hanya suara air dan angin. Menurut salah satu pemuda tadi, curug ini mulai diketahui setelah viral di TikTok tapi tetap sepi karena jalannya rusak. Saya sarankan datang pagi hari saat udara cerah. Sore hari kabut turun dan jalan kembali licin. HP sinyal hilang di titik tertentu, jadi pastikan unduh peta offline. Saya menginap di homestay sederhana Desa Cikeruh, cuma 100 ribu per malam tanpa AC tapi dengan kamar mandi dalam. Lumayan untuk istirahat setelah seharian trekking.
Penutupnya begini: Curug Cileungsing bukan tempat untuk yang cari kenyamanan resor. Tapi kalau Anda ingin merasakan curug utuh tanpa antrean dan hiruk pikuk, tempat ini tepat. Tiket murah, udara segar, dan air yang benar-benar alami. Saya sudah dua kali balik dan tetap jatuh hati. Untuk informasi lebih lanjut tentang daftar curug lain di Jawa Barat, Anda bisa lihat Wikipedia air terjun Indonesia. Jangan lupa bawa kantong sampah dan tidak merusak lingkungan. Selamat menjelajah Beberapa pertimbangan tambahan di destinasi keluarga.

Bahan bacaan: sumber resmi